smkibnusina.genteng@gmail.com +62 851-6918-7100
berita

Semangat Literasi Digital dan Tradisi: SMK Ibnu Sina Genteng Rayakan Hari Santri 2025 dengan Atraksi Silat Memukau

28 January 2026
Semangat Literasi Digital dan Tradisi: SMK Ibnu Sina Genteng Rayakan Hari Santri 2025 dengan Atraksi Silat Memukau

GENTENG, BANYUWANGI – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SMK Ibnu Sina Genteng, Banyuwangi, pada Rabu pagi (22/10/2025). Ratusan santri yang juga merupakan siswa-siswi sekolah kejuruan berbasis pesantren tersebut berkumpul dengan balutan busana muslim putih dan sarung khas santri untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Tahun ini, SMK Ibnu Sina Genteng mengusung tema "Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan", sebuah pesan kuat yang mengkolaborasikan nilai-nilai luhur kepesantrenan dengan kemajuan teknologi di era digital.

Upacara Khidmat dan Refleksi Resolusi Jihad

Upacara bendera dimulai tepat pukul 07.30 WIB. Bertindak sebagai pembina upacara, Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina yaitu Agus Moh. Basthon Kharisma menyampaikan amanat tentang pentingnya peran santri dalam menjaga keutuhan NKRI. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa santri masa kini tidak hanya harus mahir dalam ilmu agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga harus menguasai keterampilan teknis (skill) agar mampu bersaing di dunia industri.

"Santri SMK Ibnu Sina harus menjadi pribadi yang 'multitasking'. Tangan memegang perangkat teknologi atau mesin, namun hati tetap terpaku pada selawat dan akhlakul karimah," ujar beliau di hadapan para peserta upacara yang berbaris rapi.

Peringatan Hari Santri di SMK IBNU SINA ini berlangsung cukup unik. Selain pembacaan teks Resolusi Jihad yang membakar semangat, suasana semakin syahdu saat lantunan selawat nabi menggema, menciptakan harmoni antara spiritualitas dan pendidikan formal.

Puncak Acara: Atraksi Pencak Silat yang Menggetarkan

Setelah rangkaian upacara formal selesai, ketegangan mulai terasa saat lapangan dikosongkan untuk acara tambahan. Penonton yang memadati balkon gedung sekolah berlantai tiga tersebut serentak bersorak saat tim Pencak Silat Pagar Nusa SMK Ibnu Sina memasuki arena.

Atraksi ini menjadi simbol bahwa santri adalah pendekar yang siap menjaga ulama dan bangsa. Beberapa poin menarik dalam penampilan tersebut meliputi:

  • Seni Tunggal & Ganda: Peragaan jurus yang gemulai namun bertenaga, menunjukkan kedisiplinan fisik para santri.
  • Aksi Bela Diri Praktis: Simulasi pertahanan diri terhadap serangan senjata tajam yang dilakukan dengan presisi tinggi.
  • Atraksi Kekuatan (Power): Beberapa anggota menunjukkan ketangkasan fisik yang luar biasa, memecahkan benda keras sebagai simbol kekuatan mental dalam menghadapi tantangan hidup.

Penampilan pencak silat ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ekstrakurikuler unggulan di SMK Ibnu Sina yang bertujuan membentuk karakter disiplin, percaya diri, dan tangguh pada diri siswa.

Mengapa Hari Santri di SMK Ibnu Sina Begitu Istimewa?

Sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi di Genteng, Banyuwangi, SMK Ibnu Sina berhasil membuktikan bahwa pendidikan kejuruan dan tradisi pesantren bisa berjalan beriringan. Perayaan HSN 2025 ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa santri adalah aset bangsa yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi seluruh civitas akademika. Dengan suksesnya acara ini, SMK Ibnu Sina Genteng kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi unggul, berbudaya, dan tetap membumi dengan tradisi Nusantara.

Kata Kunci: Hari Santri 2025, SMK Ibnu Sina Genteng, Berita Banyuwangi Hari Ini, Pencak Silat Pagar Nusa, Santri Vokasi, Resolusi Jihad 2025, Pendidikan Pesantren Banyuwangi.

Bagikan Berita:
WhatsApp